April 17, 2026

Kondisi Siswa

Secara umum, karakteristik murid di SLB Negeri 2 Padang dapat dikelompokkan berdasarkan jenis kebutuhan khususnya:

  1. Tunanetra memiliki keterbatasan dalam visual, mulai dari kebutaan total hingga low vision (penglihatan sebagian yang memerlukan alat bantu), keterbatasan dalam keterampilan orientasi dan mobilitas, sehingga membutuhkan pelatihan khusus untuk bergerak dan berinteraksi di lingkungan, pembelajaran yang diberikan berupa taktil dan auditori karena merekan mengandalkan indra peraba (misalnya Braille) dan pendengaran sebagai sumber informasi utama, mereka juga mengalame kesulitan dalam meniru karena keterbatasan penglihatan
  2. Tunarungu memiliki hambatan komunikasi verbal, kesulitan atau ketidakmampuan dalam berbicara dan memahami percakapan. Mereka menggunakan bahasa isyarat sebagai alat komunikasi utam, membaca gerak bibir, beberapa dapat belajar membaca gerak bibir untuk memahami percakapan, beberapa diantaranya menggunaan alat bantu dengar. Keterlambatan perkembangan bahasa seringkali mengalami keterlambatan signifikan dalam perkembangan bahasa lisan.
  3. Tunagrahita mengalami keterlambatan fungsi kecerdasan, tingkat inteligensi berada di bawah rata-rata, mengalami kesulitan perilaku adaptif, kesulitan dalam menPendidiks diri sendiri, bersosialisasi, dan beradaptasi dengan lingkungan. Keterlambatan dalam mencapai tonggak perkembangan seperti bicara, duduk, atau merangkak. Kesulitan belajar akademik, membutuhkan pendekatan yang sangat konkret dan berulang dalam pembelajaran. Terkadang menunjukkan perilaku yang sulit dikendalikan atau kurang sesuai norma sosial.
  4. Tunadaksa merupakan kelainan anggota gerak, cacat menetap pada tulang, sendi, atau otot akibat bawaan, kecelakaan, atau penyakit. Kesulitan dalam melakukan aktivitas fisik, seperti berjalan, menggenggam, atau mengkoordinasikan gerakan. Seringkali memerlukan kursi roda, kruk, atau alat bantu lainnya. Tingkat kecerdasan bisa beragam, sama seperti populasi umum.
  5. Autisme mengalami hambatan komunikasi dan interaksi sosial. Sulit memahami dan merespons emosi, menghindari kontak mata, suka menyendiri. Pola perilaku repetitif dan stereotipi, seperti melakukan gerakan atau kebiasaan berulang (misalnya bergoyang, mengepak tangan). Sensitivitas sensorik, sangat peka terhadap sentuhan, suara, bau, atau rasa tertentu. Kesulitan beradaptasi dengan perubahan, cenderung menyukai rutinitas dan sulit menghadapi perubahan. Beragam tingkat keparahan: Spektrum autisme sangat luas, dari yang membutuhkan dukungan intensif hingga yang dapat berfungsi lebih mandiri.

Murid pada tahun pelajaran 2025/2026 ini terdata sebanyak 163 Orang, dengan rincian sebagai berikut :

Kelas

Ket

TK

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

12

Data sesuai dapodik

2 7 14 12 10 5 15 11 10 7 11 6

7