Kendala Sekolah Daring Bagi Anak Berkebutuhan Khusus
Merdeka.com, (Dilansir dari Liputan6.com), praktik sekolah daring nyatanya juga mengalami kendala bagi siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Menurut Pemilik Pkh Autisma YPPA Sumatra Barat, Rafmateti sekaligus Kepala SLBN 2 Padang, perlu pengenalan baru pada ABK terkait belajar di rumah.
Konsep yang sudah tertanam pada diri anak bahwa belajar harus dilakukan di sekolah membuat para orangtua kesulitan. Akibatnya, anak-anak sangat sulit untuk diajak belajar di rumah.
Masalah lainnya, suasana rumah dapat menjadi faktor yang mengganggu konsentrasi dan fokus anak. Lebih jauh lagi, menurutnya, seringkali materi ajar tidak dikuasai oleh orangtua. Mereka tidak sanggup menghadapi anaknya.
“Ini realita di lapangan, pada minggu pertama, kedua, dan ketiga justru kita lebih ke orangtua dulu bagaimana mereka intinya bisa berdamai dengan anak-anaknya. Karena orangtua tidak hanya menghadapi anak yang berkebutuhan khusus, mereka juga memiliki anak lain yang perlu didampingi,” ujar Rafmateti.
